Pada tanggal 18 Oktober 2008, Cakra , ARCAT dan MENWA UI mengadakan kegiatan donor darah di Markas Komando MENWA UI. Kegiatan ini berhasil menjaring sekitar 50 orang pendonor darah, baik dari unsur mahasiswa, masyarakat sekitar MAKO MENWA UI, para Airsofter dan juga alumni Menwa UI. Selain melakukan donor darah, Cakra 8 juga mengadakan wahana tembak reaksi Airsoft Gun. Sayangnya wahana ini tidak terlalu diminati pengunjung, mungkin karena takut melihat senjata-senjata Cakra 8. Tetapi tidak bagi para calon anggota Menwa UI, mereka sangat bersemangat mengikutinya. Acara tersebut selesai sekitar jam 12 siang, kemudian para pengunjung bersantap siang dengan nasi kotak yang telah disediakan panitia. Lanjutkan membaca ‘Donor Darah Cakra 8, ARCAT dan MENWA UI’
The Tower
Seminggu setelah skirmish terakhir, Tim Arcat kembali mengajak kami untuk tanding ulang. Walaupun masih sedikit gempor akibat skirmish terakhir dengan mereka, penulis tetap dengan semangat datang ke Mako untuk meladeni tantangan mereka. Sampai di Mako penulis melihat Cifara (Dantim bulan itu) telah hadir, ia ditemani oleh adik kandungnya Endah. Sebelumnya penulis pernah berjumpa dengan Endah di suatu kegiatan event organizer. Ia datang karena ingin ikut bermain Airsoft dengan kami. Melihat penampilan dan latar belakangnya, penulis gak yakin partisipasi nona Endah di dalam dunia Airsoft. Tapi yang ngajakin kakanya sendiri jadi sutra lah….he3x.
The Flying ARCAT
Phantom memberitahu kami semua bahwa tim Arcat mengajak untuk kembali Skirmish. Karena pada tanggal 12 Juli banyak dari anggota Cakra yang mengikuti pembaretan, akhirnya diputuskan agar menggelar skirmish pada tanggal 19 Juli. Kali ini Cakra-8 juga turut mengundang beberapa tim luar (Detasemen-05 dan M4) serta freelancer (penggiat Airsoft yang tidak bergabung dengan klub). Beberapa dari mereka melakukan kontak melalui telepon dan email dengan penulis. Lanjutkan membaca ‘The Flying ARCAT’
Last Man Standing
Seminggu setelah latihan internal, kami kembali berlatih. Alasannya karena tanggal 12 Juli yang seharusnyna menjadi jadwal latihan reguler cakra berbenturan dengan jadwal pembaretan Menwa UI. Mayoritas dedengkot Cakra 8 akan menghadiri acara latihan berganda tersebut, dan tentunya kan “berperan aktif“, bahkan mungkin hiper aktif..he..he..he. Pada bulan Juli ini yang menjadi Dantim adalah Cifara, dan ia mengajukan sebuah skenario yang cukup sadis, yaitu “The Last man Standing“. Dalam skenario ini kami bergerak secara individu, masing-masing orang adalah serigala bagi yang lainnya (kayak kata-kata seorang tokoh terkenal….). Masing-masing orang akan berusaha memburu teman lainnya, sampai hanya ada satu orang yang tersisa….sadisss. Lanjutkan membaca ‘Last Man Standing’
Unexpected Guest
Sesuai jadwal latihan reguler kami, penulis (yang pada saat itu menjabat Dantim) merencanakan latihan pada minggu 29 Juni 2008, lalu kemudian menyebarkan sms ke teman-teman lain memberitahukan rencana tersebut. Setelah sms disebar Wecky memberitahukan kepada penulis mengenai rencana kegiatan pelatihan satpam dan temu alumni Menwa UI yang direncanakan akan dilaksanakan pada sabtu 28 Juni dan minggu bertepatan dengan rencana latihan reguler kami. Ia kebetulan diserahi tanggung jawab dari alumni-alumni menwa untuk menjadi penanggung jawab acara temu alumni. Mengetahui hal tersebut, penulis segera mengirimkan sms ke semua teman-teman Cakra 8 mengenai pembatalan kegiatan latihan reguler dikarenakan bertabrakan dengan dua kegiatan tersebut.
Tetapi pada hari senin 23 Juni 2008, Jatayu menghubungi penulis dan mengusulkan agar tetap melaksanakan rencana kegiatan latihan reguler, Lanjutkan membaca ‘Unexpected Guest’
Phantom VS Phantom
Seperti biasa kami menggelar latihan internal Cakra-8 pada Minggu 15 Juni 2008, kali ini kami telah membuat peraturan tertulis dan formulir keanggotaan. Ini dimaksudkan agar terdapat keteraturan di dalam organisasi kami. Dan sesuai kesepakatan mengenai pergiliran pemegan jabatan Dantim dan Wadantim maka pada bulan Juni 2008 penulis kena getahnya jadi Dantim, sedang Wadantim dijabat oleh Cifara. Selain Dantim dan Wadantim terdapat dua jabatan lain, yaitu Provost dan Medis. Phantom rupanya bersemangat sekali menjadi Provost, beliau rela menginap di Mako supaya menjadi orang yang paling pagi datang . Sebab banyak anggota Cakra-8 pada malam hari sebelumnya telah datang menginap, kecuali penulis, dan mereka sepakat yang datang paling pagi adalah yang menjadi Provost. Lanjutkan membaca ‘Phantom VS Phantom’
Untouchable
Bertepatan dengan hari kebangkitan nasional serta perayaan Waisak tanggal 20 Mei 2008, kami berkumpul kembali untuk berlatih. Hari itu merupakan hari libur bagi sebagian kami. Kali ini Hawk-Eye bermain untuk pertama kalinya. Panji juga membawa dua orang rekannya dari daerah Pamulang untuk bermain, sayang penulis lupa nama mereka. Yuni yang sedang berlibur dari Aceh pun ikut serta, ia dan Ponco datang telat (maklum barengannya si Ponco maklum aja…). Meereka datang setelah kami ronde pertama. Karena sering telat, kali ini kami memberi hukuman kepada Ponco dan Yuni yang besertanya juga turut terkena hukuman. Hukuman bagi mereka adalah push-up sejumlah menit ketelatan mereka dari janji pertemuan.
Pada ronde pertama kami membagi diri menjadi dua tim dengan cara gambreng tangan. Tim pertama terdiri dari Bang Nazar, Wecky, Hawk-Eye dan Panji. Sedangkan anggota tim kedua adalah Jatayu, dua orang teman Panji dan Skipper. Sebenarnya Cifara masuk ke dalam tim penulis, tetapi karena ia ada keperluan tiba-tiba, ia tidak dapat bermain di ronde pertama. Lanjutkan membaca ‘Untouchable’
The Minimi
Tanggal 10 Mei 2008 kami bertemu lagi dengan ARCAT. Kali ini mereka datang agak telat, mungkin karena beberapa kali pertemuan kami anak-anak Menwa juga telat datangnya. ARCAT agak kaget karena kami telah memiliki senjata-senjata AEG baru.
Sesuai kesepakatan tentang Dantim yang dijabat secara bergiliran, maka kali ini tim kami dikomandani oleh Wecky. Terdapat prosesi baru kali ini kami jalani, yaitu kami berbaris terlebih dahulu dan melakukan brifing sesaat sebelum memulai kegiatan. Tim kami juga kedatangan pemain baru yaitu Panji, ia adalah teman Jatayu dari Pamulang. Anggota tim kami yang bermain kali ini adalah, Bang Nazar, Jatayu, Wecky, Cifara, Ponco, Janu, Panji dan Skipper. Lanjutkan membaca ‘The Minimi’
Cakra-8
Sabtu 19 April 2008, beberapa anggota tim airsoftgun Menwa UI berkumpul, mereka adalah Bang Nazar, Jatayu, Wecky, Ponco dan Skipper. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh seorang veteran Menwa UI, yang walaupun belum pernah bertempur bersama kami tapi tertarik untuk bergabung, ia adalah Hawk-Eye (Dudih Purwadi). Dalam rapat itu dihasilkan beberapa butir-butir penting, diantaranya adalah nama untuk tim ini yaitu, Cakra-8. Ide nama ini berasal dari Wecky, alasan memakai nama tersebut karena tidak semua anggota tim ini berasal dari alumni Menwa UI. “Cakra“ sendiri dilhami dari nama senjata yang terkenal di dunia pewayangan. Serta juga berkaitan dengan organisasi Cakrawala, yang merupakan organisasi yang memayungi tim airsoftgun ini. Angka “8“ berkaitan dengan asal organisasi ini, yaitu alumni Menwa UI. Batalyon Menwa UI mendapat nomor urut 8 dalam jajaran Komando Resimen Mahasiswa Jayakarta. Lanjutkan membaca ‘Cakra-8′
The Cavallary
Bulan depannya, Sabtu tanggal 5 April 2008, kembali tim ARCAT menjambangi Markas Komando Menwa UI. Kali ini jumlah mereka lebih banyak, dengan senjata-senjata yang lebih mantap lagi. AEG (Airsoft Electric Gun) semacam Minimi, terlibat dalam pertempuran kali ini. ARCAT tidak sendirian, mereka mengundang tim lain GAT (Gramedia Airsoft Tim). Tim ini berseragam loreng hijau macam seragam tentara Amerika. Sedangkan tim ARCAT,mayoritas berpakaian seragam gelap macam SWAT atau tim GEGANA POLRI, walaupun tidak semua, ada juga yang memakai loreng hijau, loreng gurun dan ada yang berkostum seperti mau berburu rusa.
Komentar Terakhir